DREAMERS.ID - Pada tanggal 27 Februari 2025, sejumlah organisasi ternama di industri musik pop Korea Selatan menggelar konferensi pers di JW Marriott Hotel, Seoul, untuk menyoroti isu perlindungan hak produser musik.
Konferensi ini digagas bersama oleh lima asosiasi musik besar, yaitu Korean Management Federation, Korea Entertainment Producer’s Association, Korea Music Label Industry Association, Korea Record Industry Association, dan Korea Music Content Association.
Dalam acara tersebut, muncul pula pembahasan terkait konflik antara girl group NewJeans (NJZ) dengan agensi mereka, ADOR, serta kontroversi ucapan “ignore” atau “abaikan” yang diduga diucapkan oleh seorang manajer terhadap member NewJeans, Hanni.
Dengan tema “Tanpa Produser Musik, Tidak Ada K-Pop,” kelima asosiasi ini membahas masalah struktural dalam industri K-Pop serta mencari solusi untuk memperbaikinya.
Selain itu, konferensi ini juga menjadi panggung untuk menyinggung konflik antara NewJeans dan ADOR, perseteruan dengan HYBE sebagai perusahaan induk, serta insiden “ignore” yang tengah ramai diperbincangkan.
Sekretaris Jenderal Korea Music Content Association, Choi Kwang Ho, dalam pernyataannya menekankan pentingnya mendengarkan semua pihak yang terlibat dalam konflik ini. “Kami belum tahu kebenaran sepenuhnya. Saya tidak ingin memihak atau menyalahkan siapa pun,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Hanya karena seseorang memiliki popularitas besar dan basis penggemar yang kuat, bukan berarti klaim mereka otomatis benar. Kita perlu introspeksi, apakah kita sudah cukup adil mendengarkan pendapat semua pihak, termasuk manajer yang identitasnya belum diketahui publik?”
Choi juga menyuarakan keprihatinan atas tekanan yang dilakukan oleh sebagian fandom. “Ada demonstrasi dari fans yang menuntut pemecatan atau hukuman untuk karyawan agensi. Bahkan, data pribadi karyawan tersebar tanpa izin. Siapa yang akan melindungi hak asasi karyawan agensi ini?” tanyanya.
Ia menegaskan bahwa kepergian artis dari agensi sering kali berdampak pada hilangnya mata pencaharian karyawan. “Kita harus memikirkan siapa yang sebenarnya menjadi pihak lemah dalam industri K-Pop ini,” tambahnya.
Di sisi lain, NewJeans dijadwalkan memasuki proses hukum dengan ADOR mulai Maret 2025. Sidang gugatan ADOR terhadap kelima member NewJeans terkait pelarangan kontrak iklan dan status agensi akan digelar pada 7 Maret 2025.
Sementara itu, sidang untuk konfirmasi keabsahan kontrak eksklusif dijadwalkan pada 3 April 2025. Konflik ini menjadi sorotan karena melibatkan salah satu girl group papan atas yang tengah naik daun.
(fzh)