SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Grup Band Korea The East Light Jadi Korban Kekerasan Fisik Produser dan CEO Agensinya

Sabtu, 20 Oktober 2018 12:40 by dodo07 | 3297 hits
Grup Band Korea The East Light Jadi Korban Kekerasan Fisik Produser dan CEO Agensinya
Image source: Allkpop

DREAMERS.ID - Sebuah kabar miris belakangan tengah menjadi perbincangan di kalangan netizen yang datang dari salah satu musisi Korea Selatan yaitu The East Light. Grup yang digawangi beberapa remaja laki-laki ini dikabarkan kerap menerima kekerasan fisik dari produser serta CEO agensinya.

Menurut laporan media lokal Korea pada hari Kamis (18/10), anggota The East Light menjadi korban kekerasan verbal oleh CEO agensi Media Line Entertainment, Kim Chang Hwan, dan kekerasan fisik oleh seorang produser sejak tahun 2015. Kekerasan tersebut antara lain menampar, memukul dengan tongkat bisbol, mikrofon besi hingga mencekik dengan senar gitar.

Pada Jumat (19/10), dengan ditemani oleh pengacara, salah satu personel The East Light yaitu Lee Seok Cheol mengakui kejahatan yang dilakukan produser dan CEO agensinya dalam sebuah konferensi pers. Dalam kesempatan tersebut, anggota yang bertugas sebagai leader ini membeberkan di depan awak media kronologi kekerasan yang mereka terima selama ini.

Saudaraku Lee Seung Hyun (bassist) telah dipukuli saat ditahan di studio lantai 5. Ada banyak darah. CEO menyaksikannya tetapi tidak melakukan apa-apa,” ujar Lee Seok Cheol.

Lebih lanjut ia mengungkap bahwa selama 4 tahun terakhir, mulai dari tahun 2015, dia dan anggotanya kerao dipukuli oleh tongkat baseball, adanya pelecehan di dalam perusahaan, studio, dan ruang latihan. Ia juga mengakui personel lainnya ada yang dipukul hingga lebih dari 50 kali di tubuh mereka dengan tongkat bisbol.

Tidak hanya dibagian tubuh, beberapa kali produser juga memukuli bagian kepala dimana menurut pengakuan Seok Cheol ada begitu banyak darah selama kekerasan. Lee Seok Cheol mengatakan jika selama menerima kekerasan, mereka tidak dapat lari karena ruangan tersebut lebih dulu dikunci. 

Remaja berusia 18 tahun tersebut juga bercerita bahwa ketika dia tidak mengikuti instruksi atau membuat kesalahan, dia akan dicekik dengan senar gitar di lehernya. Meski mereka kerap dikunjungi oleh orang tuanya setiap minggu, namun tidak ada dari mereka yang berani mengungkap hal tersebut karena mendapat ancaman kematian.

Baca juga: Mantan Produser dan CEO Agensi The East Light Dijatuhi Hukuman Penjara Atas Kasus Kekerasan

Setelah semua ini, orang tuanya akan mengunjungi setiap minggu, tetapi mereka sangat takut menceritakan kebenaran karena ancaman kematian oleh Produser mereka. Saat ini, Seok Cheol bersama dengan saudaranya Seung Hyun sudah pindah dari asrama grup dan saat ini tinggal di suatu tempat dekat studio.

Menurut laporan media lokal Korea pada hari Kamis (18/10), anggota The East Light menjadi korban kekerasan verbal oleh CEO agensi Media Line Entertainment, Kim Chang Hwan, dan kekerasan fisik oleh seorang produser sejak tahun 2015. Kekerasan tersebut antara lain menampar, memukul dengan tongkat bisbol, mikrofon besi hingga mencekik dengan senar gitar.

Pada Jumat (19/10), dengan ditemani oleh pengacara, salah satu personel The East Light yaitu Lee Seok Cheol mengakui kejahatan yang dilakukan produser dan CEO agensinya dalam sebuah konferensi pers. Dalam kesempatan tersebut, anggota yang bertugas sebagai leader ini membeberkan di depan awak media kronologi kekerasan yang mereka terima selama ini.

Saudaraku Lee Seung Hyun (bassist) telah dipukuli saat ditahan di studio lantai 5. Ada banyak darah. CEO menyaksikannya tetapi tidak melakukan apa-apa,” ujar Lee Seok Cheol.

Lebih lanjut ia mengungkap bahwa selama 4 tahun terakhir, mulai dari tahun 2015, dia dan anggotanya kerao dipukuli oleh tongkat baseball, adanya pelecehan di dalam perusahaan, studio, dan ruang latihan. Ia juga mengakui personel lainnya ada yang dipukul hingga lebih dari 50 kali di tubuh mereka dengan tongkat bisbol.

Tidak hanya dibagian tubuh, beberapa kali produser juga memukuli bagian kepala dimana menurut pengakuan Seok Cheol ada begitu banyak darah selama kekerasan. Lee Seok Cheol mengatakan jika selama menerima kekerasan, mereka tidak dapat lari karena ruangan tersebut lebih dulu dikunci. 

Remaja berusia 18 tahun tersebut juga bercerita bahwa ketika dia tidak mengikuti instruksi atau membuat kesalahan, dia akan dicekik dengan senar gitar di lehernya. Meski mereka kerap dikunjungi oleh orang tuanya setiap minggu, namun tidak ada dari mereka yang berani mengungkap hal tersebut karena mendapat ancaman kematian.

(nnd)

Komentar
  • HOT !
    Hani EXID nampaknya akan melebarkan sayap karirnya ke dunia seni peran. Baru baru ini, idola K Pop kelahiran tahun 1992 itu dikabarkan mendapat tawaran untuk membintangi sebuah proyek akting dalam web drama....
  • HOT !
    Brad Pitt tengah terlibat dalam dua film besar yaitu Once Upon a Time in Hollywood dan Ad Astra. Dari perannya dalam film, Ia bercermin pada kehidupannya sendiri....
  • HOT !
    Hari ini (20/9) agensi asal Korea Selatan SM Entertainment resmi mengungkap detail comeback solo salah satu member EXO, Chen yang nantinya akan dirilis pada bulan Oktober mendatang....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : AfifahCahyani
Cast : Koo Junhoe & Park Della

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)