home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Special Interview All of Us Are Dead: Pelatihan Keras Pre-Syuting, Siapa yang Bertahan Sampai Akhir?

Jumat, 28 Januari 2022 16:00 by muthiasp | 1689 hits
Special Interview All of Us Are Dead: Pelatihan Keras Pre-Syuting, Siapa yang Bertahan Sampai Akhir?
Image source: Netflix

DREAMERS.ID - Jelang penayangan All of Us Are Dead pada 28 Januari, pemain utama (Park Ji Hoo, Yoon Chan Young, Cho Yi Hyun, Park Lomon) dan sutradara Lee Jae Kyu menjalani sesi wawancara ekslusif bersama media di Asia, termasuk Dreamers.id. Mereka menjawab berbagai pertanyaan tentang hal-hal menarik dari serial terbaru Netflix tersebut.

Keempat aktor dan aktris muda tersebut berperan sebagai teman sekelas yang harus bertahan hidup di sekolah ketika wabah zombi menyerang. Park Ji Hoo berperan sebagai Nam On Jo, Yoon Chan Young sebagai Lee Chung San, Cho Yi Hyun sebagai Choi Nam Ra, dan Park Solomon (Lomon) sebagai Lee Soo Hyuk.

Apa alasan menggaet aktor dan aktris muda?

Sutradara Lee Jae Kyu: Ketika saya mengcasting jajaran pemain, saya rasa penting bagi aktor yang bermain memiliki kemiripan yang sangat mendekati karakter yang akan kita wujudkan. Jadi saya memilih pemain yang mirip dengan karakter di kehidupan nyata. Khususnya, jika mereka sangat emosional sepertinya itu menjadi poin unggul.

Bagaimana pengalaman bekerja sama dengan mereka?

Sutradara Lee Jae Kyu: Bekerja dengan mereka sangat luar biasa. Kami selalu melakukan gladiresik sehingga dapat menciptakan suasana yang nyata kepada penonton. Menciptakan sesuatu itu penting, tetapi yang lebih penting adalah membuat itu menarik sehingga menyuguhkan pengalaman nyata kepada penonton.

Jadi kami melakukan banyak gladiresik agar pemain dapat meningkatkan emosi dan ekspresi seiring berjalannya cerita.

Seberapa mirip Park Ji Hoo dengan karakter On Jo yang diperankan?

Park Ji Hoo: Sepertinya aku sangat mirip dengan On Jo karena kami berdua ceroboh dan sangat suka berkumpul dengan teman. Aku akan melakukan seperti apa yang On Jo lakukan di All of Us Are Dead.

Bagaimana hubungan dan chemistry Park Ji Hoo sebagai pemain termuda dengan pemain lainnya?

Park Ji Hoo: Para pemain sangat baik kepadaku. Kami sering bertemu sebelum syuting jadi kami menjadi sangat dekat. Mereka akan memberikanku banyak nasihat ketika di lokasi syuting, seperti tentang masuk perguruan tinggi maupun yang berkaitan dengan kehidupan orang dewasa.

Untuk Yoon Chan Young, apakah kamu menyukai zombi atau punya pengalaman dengan zombi di kehidupan nyata?

Yoon Chan Young: Aku menyukai konten tentang zombi. Aku menyukai World War Z, Train to Busan, dan Black Summer di Netflix. Ya, aku penggemar berat zombi. Jadi sangat menyenangkan bisa bergabung dengan serial ini.

Ceritakan persiapan dan ekskusi adegan intens di perpustakaan

Yoon Chan Young: Kami melakukan gladiresik seharian dengan menganalisa semua koreografi yang harus dilakoni. Syuting adegan perpustakaan membutuhkan waktu empat hari. Dan kami memberikan perhatian lebih terhadap adegan antara Chung San dan Gwi Nam (Yoo In Soo).

Untuk Cho Yi Hyun, ceritakan karakter Nam Ra dan apa yang membuat kamu tertarik terhadap karakter itu?

Cho Yi Hyun: Pesona Nam Ra adalah dia sangat tenang ketika yang lain panik. Sepertinya itu yang membuatku tertarik dengan karakter Nam Ra.

Bagaimana persiapan untuk berperan sebagai Nam Ra yang juga melawan zombi?

Cho Yi Hyun: Aku mendaftar di sekolah aksi, dan menerima banyak pelatihan adegan aksi khususnya untuk melatih ekspresi dan bagaimana menggunakan jari-jari serta tubuhku ketika menjadi zombi.

Untuk Park Lomon, apa yang kamu pelajari dari karakter yang diperankan soal bertahan hidup?

Park Lomon: Untuk aku dan Chan Young mendapatkan pelatihan adegan aksi ekstra secara sukarela di luar jadwal resmi karena kami memiliki banyak adegan aksi yang sulit. Jadi tiga bulan sebelum syuting, kami mengikuti kelas aksi.

Baca juga: Kim Seon Ho Hingga Jisoo BLACKPINK Menang Seoul International Drama Awards 2022

Terkait metode akting yang digunakan, aku berpikir apa yang akan aku lakukan jika aku sebagai siswa SMA, Soo Hyuk, maupun diri sendiri. Sisi bagusnya adalah aku dan Soo Hyuk punya banyak kesamaan, sehingga aku bisa lebih fokus.

Adegan mana yang paling kamu sukai, dan kenapa?

Park Lomon: Semuanya berkesan untukku. Tapi jika harus memilih, adegan aksi favoritku, yang bisa dilihat di trailer, ada di episode 2. Itu merupakan adegan aksi pertama yang aku lakoni setelah tiga bulan pelatihan keras. Rasanya sangat menyegarkan karena zombi terlihat begitu realistis. Aku merasa sangat tenggelam dalam adegan tersebut.

Jika kalian ditempatkan pada situasi yang sama dengan cerita All of Us Are Dead, apakah kalian akan bertahan? Siapa di antara kalian yang akan mati lebih awal dan bertahan hingga akhir?

Cho Yi Hyun: Sepertinya aku akan bertahan sampai akhir. Tidak seperti Nam Ra, Yi Hyun sangat penakut jadi akan bersembunyi sampai zombi menghilang. Dan yang paling cepat mati sepertinya Lomon, karena kepribadiannya mirip karakter Soo Hyuk yang akan maju untuk melawan dan akan tergigit.

Yoon Chan Young: Mungkin aku akan mati pertama karena zombinya sangat cepat dan ganas, dan aku juga akan memimpin dan mencoba melawan mereka sehingga akan langsung tergigit. Park Ji Hoo sepertinya yang akan bertahan sampai akhir karena dia pintar.

Alat seperti apa yang akan kalian pilih untuk melawan zombi?

Park Ji Hoo: Apapun yang bisa aku dapatkan bisa sangat berguna. Tapi sepertinya alat yang paling berguna adalah alat pel, karena aku bisa mematahkan tongkatnya dan ujungnya akan menjadi tajam. Jika boleh meminta, aku akan meminta panahan sehingga bisa membunuh zombi dari kejauhan.

Lomon: Aku akan memilih tongkat baseball karena aku bisa menggunakannya untuk memukul kepala zombi. Dan aku juga bisa menggunakannya untuk menahan zombi.

All of Us Are Dead juga membahas isu sosial seperti bullying dan kehamilan dini, bagaimana anda menggabungkan isu tersebut dengan genre zombi?

Sutradara Lee Jae Kyu: Isu tersebut tidak terbatas hanya di sekolah. Jika melihat latar belakang sekolah, serial ini seperti hanya sekedar cerita tentang anak sekolah tetapi konflik di antara gender, kelas, hirarki, mereka ada di mana pun di dunia. Termasuk ada di sekolah.

Namun setelah Anda menontonnya, anda akan melihat bahwa ini sebenarnya isu universal yang dapat kita gaungkan. Saya pikir ini pendekatan yang segar untuk menunjukkan ketidak dewasaan melawan zombi dengan latar belakang sekolah.

Misalnya ketika kita berenang di sungai dan ada yang tenggelam, anak-anak akan berusaha menyelamatkan temannya. Tetapi orang dewasa akan memilih cara teraman bagaimana menyelamatkan dia dan diri sendiri. Jadi saya pikir apa makna sebenarnya menjadi dewasa, apa pelajaran yang bisa diambil dari lingkungan kita.

Poin yang bisa dilihat dari All of Us Are Dead adalah bagaimana para remaja yang belum dewasa membuat keputusan ketika dihadapkan pada situasi hidup dan mati. Dan sepertinya ini akan menjadi masukan terhadap orang dewasa.

Apa yang membedakan All of Us Are Dead dibandingkan dengan serial dan film zombi lain?

Cho Yi Hyun: Dibandingkan dengan seri atau konten zombie yang ada, semuanya sangat luar biasa, tetapi aku bangga karena zombi di sini menjadi jauh lebih cepat, jauh lebih menarik, juga. Dan aku pikir Anda akan melihat zombi yang sangat unik dan cepat di All of Us Are Dead.

Park Ji Hoo: Ya, karena itu terjadi di sekolah, pertama-tama, kami memiliki banyak zombi yang mengenakan seragam sekolah, mereka yang berseragam olahraga, dan di ruang kesehatan, di kafetaria – jadi Anda pasti akan mendapatkan jenis zombi baru. Ada yang memakai gulungan rambut juga.

Yoon Chan Young: Ya. Anda akan melihat zombie hanya datang pada Anda dari mana-mana. Dan berbagai macam zombie juga. Ada yang digigit di muka, ada yang digigit di lengan atau kaki, sehingga menimbulkan banyak variasi. Tapi aku harap Anda akan menunggu untuk melihatnya sendiri.

Sutradara Lee Jae Kyu: Ya, ada banyak konten zombi. Dan kebanyakan cerita, kita melihat apa yang terjadi pada orang dewasa ketika mereka bertemu virus zombi. Tapi ini sedikit unik pada awalnya, itu terjadi dalam ruang yang sangat terbatas yaitu sekolah, dan itu terjadi pada siswa yang belum dewasa.

Saya merasa akan sangat menarik dan menarik untuk melihatnya pilihan yang dibuat oleh orang dewasa muda ini. Dan saya merasa itu bisa membawa arti baru bagi genre zombi.

Dan kami ingin menceritakan kisah tentang harapan seperti apa yang seharusnya dimiliki orang bawa saat kita menjalani hidup kita. Apa artinya menjadi manusia. Jadi, sementara itu akan menjadi pertunjukan yang sangat menghibur, kami juga ingin membuat serial drama yang memberi Anda makanan untuk berpikir juga.

(mth)

Komentar
  • HOT !
    Setelah sukses dengan konser Super Show 9 pada 11 September lalu, anggota Super Junior kembali datang ke Indonesia. Kali ini, Donghae dan Eunhyuk terlihat mengunjungi Bali....
  • HOT !
    Kim Sejeong telah dikonfirmasi akan menggelar fan meeting pertama di Indonesia pada 4 November 2022 mendatang. Pihak promotor pun telah merilis daftar harga tiket beserta benefit untuk 2022 SEJEONG'S SESANG DIARY IN JAKARTA....
  • HOT !
    Song Joong Ki dikonfirmasi akan membintangi sebuah film tanpa bayaran untuk mendukung kualitas proyek artistik. Ia akan memerankan karakter utama bersama dengan Hong Sa Bin dan BIBI....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : KaptenJe
Cast : •Je (aku) • Tata •Yossy •All member EXO

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)